
ß
Blitar – Pendidikan merupakan salah satu hak dasar manusia yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya suatu bangsa. Hak atas pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang menjadi fondasi utama bagi terwujudnya martabat manusia yang utuh.
Melalui pendidikan, setiap individu memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, memahami realitas sosial, serta berpartisipasi sesuai dengan kemampuannya dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya dapat diakses oleh semua orang tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun.
Dalam praktiknya, masih terdapat berbagai tantangan dalam mewujudkan pendidikan untuk semua. Beberapa tantangan seperti ketimpangan akses pendidikan bagi masyarakat marginal, anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk peserta didik dengan disabilitas.
Secara nyata, hambatan ekonomi, keterbatasan fasilitas, kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak, hingga stigma sosial menjadi faktor yang menghalangi terpenuhinya hak atas pendidikan secara adil. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengakuan pendidikan sebagai hak dasar belum sepenuhnya diiringi dengan implementasi yang konsisten dan komitmen yang kuat dari pemangku kepentingan khususnya pemerintah.
Peran negara menjadi sangat krusial dalam menjamin terpenuhinya hak atas pendidikan. Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan pendidikan yang inklusif, penyediaan sumber daya yang memadai, serta pengawasan terhadap praktik diskriminatif dalam sistem pendidikan. Selain itu, pendidik juga memegang peran strategis sebagai pelaksana nilai-nilai keadilan dan inklusivitas di ruang kelas.
Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga agen perubahan yang memastikan setiap peserta didik merasa diterima dan dihargai dalam lingkungan belajar yang aman dan kondusif.Secara histori, kasus SDN tlogo adalah hasil merger dari tiga lembaga pendidikan yaitu SDN Tlogo 1, SDN Tlogo 2 dan SDN Tlogo 3 yang sama- sama dalam satu kawasan atau dalam satu lokasi bangunan. Disamping SDN Tlogo yang saat ini menjadi SDN Tlogo 2, tidak jauh dari tempat ini, terdapat 3 Lembaga pendidikan swasta yang jaraknya rata-rata hanya 1,5 sampai 2 km, yaitu Madrasah ibtidaiyah 1 Madrasah Ibtidaiyah 2 dan SD plus Pandanaran.
Dalam pantauan penulis 3 lembaga tersebut dari tahun ke tahun kuantitas siswa terus meningkat, justru SDN tlogo cenderung mengalami penurunan. Bisa dikatakan terjadi persaingan antara lembaga pendidikan negri dan lembaga pendidikan swasta. Untuk itu tantangan nyata adalah sekolah harus merevitalisasi strategi agar memiliki keunggulan bersaing dan dapat menjamin kesesuaian tuntutan lingkungan eksternal dan persaingan dengan kekuatan internal yang dimiliki. Ketidakmampuan sekolah bersaing secara kualitas akan mengakibatkan terhambatnya pencapaian kinerja dalam satuan pendidikan.
Sejak tahun 2008 Kecamatan Kanigoro telah ditetapkan sebagai Pusat Pemerintahan Kabupaten Blitar, dan porsi pembangunan daerah alokasi anggaran infrastruktur, baik infrastruktur jalan, infrastruktur kesehatan dan lebih dominan namun infrastruktur pendidikan seakan belum menjadi perhatian akhirnya rata-rata lembaga pendidikan negri di kecamatan Kanigoro mangalami penurunan kuantitas secara drastis, sehingga ada beberapa lembaga pendidikan dasar negri akhir harus di merger, seperti awal tahun 2026 adalah merger SDN 1 dan 2 satriyan.Untuk itu mulai saat ini harusnya lembaga khususnya pihak lembaga pendidikan baik internal SDN tlogo 2 maupun Dinas pendidikan harus melakukan evaluasi komprehensif agar memiliki keunggulan, dan bisa survival bersaing dengan lembaga pendidikan swasta.
Sekolah yang memiliki keunggulan bersaing dilihat dari kualitas layanan, program, fasilitas, dan tenaga pengajar yang unggul (superior). Keunggulan bersaing tersebut dapat diciptakan melalui efisiensi, kualitas produk layanan, kreativitas dan inovasi. Untuk itu sekolah wajib memiliki strategi yang tepat untuk bisa mengantarkan organisasi pada keberhasilan mencapai tujuan yaitu menjadi sekolah pilihan utama bagi orang tua dan memiliki keunggulan kompetitif dari kompetitor. Sekolah membutuhkan pendampingan School Management Service yang dapat membantu secara keseluruhan menjadi sekolah swasta yang kompetitif dan juga unggul secara kualitas program yang akan diukur dari kualitas peserta didik di dalamnya.Dalam pengamatan penulis, ada 4 perbedaan fundamental antara SDN Tlogo dengan lembaga pendidikan swasta yang berdampingan. Perbedaan Pengelolaan dan Sumber DayaPerbedaan fundamental antara sekolah negeri dan swasta terlihat pada sistem pengelolaan serta sumber pendanaan.
Sekolah negeri umumnya dibiayai oleh pemerintah, sehingga biaya pendidikan cenderung lebih terjangkau. Pendanaan yang bersumber dari APBN ataupun APBD memungkinkan sekolah negeri menyediakan fasilitas dasar secara merata. Namun, tantangan yang sering muncul adalah keterbatasan anggaran untuk pengembangan kualitas seperti peningkatan sarana laboratorium, pelatihan guru, dan pembaruan teknologi.Sebaliknya, sekolah swasta mengandalkan dana operasional dari masyarakat melalui pembayaran SPP, donasi, maupun sponsor. Hal ini memungkinkan sekolah swasta berinovasi dan memberikan fasilitas yang lebih modern.
Namun, ketergantungan pada biaya peserta didik dapat berdampak pada tingginya biaya pendidikan sehingga akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi terbatas.Kualitas Tenaga PendidikMutu guru menjadi indikator utama kualitas pendidikan. Sekolah negeri umumnya memiliki tenaga pendidik berstatus PNS yang telah melewati proses seleksi ketat dan memiliki jaminan karier.
Namun, birokrasi dan beban administrasi terkadang menjadi penghambat pengembangan kemampuan pedagogik secara fleksibel.Pada sekolah swasta, mayoritas guru berstatus kontrak dengan tuntutan kinerja yang tinggi. Lingkungan kompetitif membuat sekolah swasta mendorong guru untuk terus berinovasi melalui pelatihan, seminar, dan pengembangan profesional.
Di sisi lain, tingkat kesejahteraan guru swasta masih menjadi persoalan di beberapa sekolah menengah ke bawah.Lingkungan Belajar dan FasilitasSecara umum, sekolah swasta unggul dalam penyediaan fasilitas. Laboratorium modern, ruang kelas multimedia, hingga kurikulum tambahan seperti bahasa asing dan kegiatan ekstrakurikuler menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua.
Konsep pembelajaran kreatif, integrasi teknologi, serta suasana belajar yang kondusif turut mendukung prestasi akademik dan non-akademik siswa.Sementara itu, sekolah negeri menghadapi tantangan ketimpangan fasilitas antar daerah. Di kota besar, fasilitas sekolah negeri tergolong baik, tetapi di daerah terpencil, sumber daya masih terbatas.
Meski demikian, program pemerintah seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Merdeka Belajar telah menjadi langkah strategis untuk meminimalkan kesenjangan tersebut.Kurikulum dan Inovasi PembelajaranDalam penerapan kurikulum nasional, sekolah negeri cenderung mengikuti ketentuan pemerintah dengan standar baku.
Fleksibilitas inovasi kadang terbentur regulasi yang ketat.Sekolah swasta memiliki ruang lebih luas untuk menambahkan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pembelajaran bilingual, hingga pendidikan karakter. Kombinasi kurikulum nasional dan internasional membuka peluang bagi siswa untuk bersaing secara global. (*)
Oleh : Mujianto, S. sos. MSIdirektur Blitar information Center Instute ( BIC institute)



